Pekan Depan, Elon Musk Bakal Bersaksi dalam Gugatan Twitter

Elon Musk Bakal Bersaksi dalam Gugatan Twitter

CEO Tesla Elon Musk dan Twitter telah berselisih selama hampir enam bulan karena kesepakatan pengambilalihan yang gagal antara kedua pihak. Sementara itu, Elon Musk mengklaim bahwa Twitter ingin menjual akun bot kepadanya.

Namun, Twitter berpendapat bahwa Musk harus melanjutkan kesepakatan seperti semula. Sebagai bagian dari litigasi yang sedang berlangsung, Musk akan menjawab pertanyaan dari pengacara Twitter minggu depan.

Pengarahan Musk dijadwalkan pada 26-27 September, menurut dokumen yang diajukan di Delaware Court of Chancery. Wawancara akan dilakukan secara tertutup di kantor hukum di Wilmington, Delaware.

Namun, jika perlu, mungkin ada perpanjangan hingga 28 September.

Menurut https://sennakasir.co.id/, perselisihan hukum antara Twitter dan Musk saat ini semakin intensif. Kasus ini resmi dimulai pada 17 Oktober tahun ini dan akan berlangsung selama lima hari.

Untuk saat ini, kedua belah pihak sedang mencari korespondensi dan dokumen ekstensif dari pihak lain untuk membela diri dengan lebih baik sebelum persidangan. Pada saat yang sama, permintaan telah membanjiri beberapa nama besar di Silicon Valley dan Wall Street.

Selain Elon Musk, pendiri Oracle Larry Ellison, mantan CEO Intel Robert Swan, dan salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey juga menerima panggilan pengadilan dikutip dari https://imigrasilampung.co.id/. Dalam gugatan tersebut, kedua belah pihak saling menuduh melanggar perjanjian akuisisi yang ditandatangani pada April lalu.

Twitter ingin hakim memerintahkan Musk untuk terus membeli Twitter seperti yang telah disepakati sebelumnya dengan harga $54,20 per saham.

Baru-baru ini juga dilaporkan bahwa beberapa hedge fund, termasuk Greenlight Capita dan Pentwater Capital Management, percaya bahwa Musk pada akhirnya tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya dan dapat membeli Twitter dengan harga 10% hingga 15% lebih rendah dari harga transaksi aslinya hal ini jug di ungkapkan pada https://dakwahnu.id/.

Twitter sendiri menggunakan segala macam taktik untuk mendapatkan informasi dari Musk dan “teman-temannya”. Perusahaan mengeluarkan panggilan pengadilan kepada semua “teman” yang telah dihubungi Musk pada saat kesepakatan.

Sumber :